ManajemenPerubahan : Individu. Ayu Lestari. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. KIMIA FARMA (Analisis Teori Jenis Intervensi Upaya Perubahan dan Pengembangan Organisasi Menurut Cummings & Worley, 2005) by Kandidatul Maulida. Download Free PDF Download PDF Download 1708/2012 by Wibowo T. Tunardy, S.H., M.Kn. Secara umum dikenal tiga asas perjanjian, yaitu asas konsensualisme, asas kekuatan mengikat dan asas kebebasan berkontrak. Menurut Herlien Budiono, ketiga asas tersebut perlu ditambah dengan asas keseimbangan, sehingga lebih sesuai dengan keadaan di Indonesia. 1. Daftar Isi Sembunyikan. Secararinci, segi-segi kebersihan meliputi sebagai berikut : 1. Persediaan air yang baik sesuai dengan syarat-syarat kegunaanya, yaitu air minum, untuk mandi, untuk proses produksi dan air untuk mengalirkan kotoran-kotoran atau sampah-sampah industri. 2. Keadaan WC (Water Closet) yang baik 3. Bagindasaw telah mendidik dan menanam akidah dalam jiwa para sahabat di Mekah dengan begitu kukuh sehinggakan mereka tidak mempersoalkannya. Pendidikan Akidah Asas Pembinaan Tamadun Islam di HukumIslam hingga saat ini masih berada dalam puncak gunung es yang hanya dipahami oleh sebagian kecil dari para ahli hukum yang beragama Islam. Di dalam asas Negara Hukum yang dianut akan memancarkan pandangan hidup dari bangsa tersebut, yang kemudian mewarnai konstitusi suatu negara dan menjadi penyanggah dari sistem hukum yang ada Suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk informasi atas: efisiensi penggunaan sumber daya dalam menghasilkan barang dan jasa; kualitas barang dan jasa (seberapa baik barang dan jasa diserahkan kepada pelanggan dan sampai seberapa jauh pelanggaan terpuaskan); hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan; dan efektivitas tindakan dalam mencapai tujuan." IN54lDK. Management berasal dari kata to manage yang berarti mengatur . Dalam hal mengatur akan timbul masalah, problem, proses dan pertanyaan tentang apa yang diatur, siapa yang mengatur, mengapa harus di atur dan apa tujuan pengaturan tersebut. Manajemen juga menganalisa, menetapkan tujuan /sasaran serta mendeterminasi tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban secara baik, efektif dan efisien. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli, seperti di bawah ini Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu penulis. Menurut Terry dalam bukunya “Principles of Management”. Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengenalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Lawrence A. Appley dalam bukunya “Leadership On The Job”. Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. Peter F. Drucker dalam bukunya “Management, Tasks, Responsibility and Practise”. Manajemen harus memberikan arah – jurusan kepada lembaga yang dikelolanya. Ia harus memikirkan secara tuntas misi lembaga itu, menetapkan sasaran-sasarannya dan mengorganisasi sumber daya untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan oleh lembaga. Sesungguhnya manajemen bertanggung jawab terhadap pengarahan VISI serta sumber-sumber daya kejurusan hasil-hasil yang paling besar dan efisien. Dan Masih banyak lagi definisi-definisi dari pakar-pakar manajemen, dan beberapa kesimpulan dari definisi-definisi tersebut adalah sebagai berikut Manajemen adalah perpaduan antara ilmu pengetahuan dan seni. Manajemen adalah proses yang sistematis, terkoordinasi dan kooperatif dalam usaha-usaha memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Manajemen mempunyai tujuan tertentu, berhasil tidaknya tujuan itu tergantung pada kemampuan mempergunakan segala potensi yang ada. Manajemen hanya dapat diterapkan pada sekelompok manusia yang bekerjasama secara formal serta mempunyai tujuan yang sama pula. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Dalam manajemen, kepemimpinan merupakan factor yang sangat dominant. Manajemen merupakan system kerjasama yang koperatif dan rasional. Manajemen didasarkan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur. Perkembangan Manajemen Manajemen sebetulnya sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, artinya sejak ada pembagian kerja dan adanya tujuan bersama diantara sekelompok orang yang tergabung dalam suatu ikatan formal. Dengan demikian dapat kita lihat dengan jelas bahwa dasar manajemen itu adalah Adanya kerjasama diantara sekelompok orang dalam ikatan formal. Adanya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai. Adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab yang teratur. Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik. Adanya sekelompok orang dan pekerjaan yang dilakukan. Adanya Human Organization. PARA PERINTIS ILMU MANAJEMEN Para perintis ilmu manajemen adalah orang pertama yang melakukan penelitian serta meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan manajemen, memperkembangkannya dan menyusunnya secara sistematis, universal; Sehingga dapat dipelajari dan diajarkan. Para perintis ilmu ini terdiri dari beberapa orang serta berasal dari berbagai negara, seperti Frederick Winslow Taylor, Henry Fayol, Babbage dan Alexei Stakhanov. Taylor mengemukakan azas-azas manajemen sebagai berikut Pengembangan metode-metode kerja yang baik. Pemilihan serta pengembangan para pekerja. Usaha untuk menghubungkan serta mempersatukan metode kerja yang terbaik dan para pekerja yang terpilih dan terlatih. Kerjasama yang harmonis antara manajer dan non-manajer, meliputi pembagian kerja dan tanggung jawab manajer untuk merencanakan pekerjaan. ILMU DAN SENI MANAJEMEN Scince adalah sekumpulam pengetahuan yang telah di sistematisasi, dikumpulkan dan diterima menurut pengertian kebenaran umum, mengenai keadaan suatu subyek atau obyek tertentu. Art / seni adalah sesuatu kreatifitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan. Science Berkembang secara teoritis Membuktikan Meramalkan Mmberi Definisi Memberikan Kepastian / Ukuran Art Berkembang secara praktis Merasa menerka Menguraikan/Mengajarkan Memberi Pendapat ASAS DAN FILSAFAT MANAJEMEN Asas adalah suatu pernyataan fundamental/kebenaran umum yang dapat dijadikan pedoman pemikiran dan tindakan. Asas-asas muncul dalam pengalaman, merupakan hasil pelaksanaan pekerjaan atau hasil penelitian. Asas bersifat permanent dan setiap ilmu pengetahuan memiliki asas yang mencerminkan intisari kebenaran-kebenaran dasar dalam bidang ilmu tersebut. Filsafat manajemen adalah kumpulan pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar atau basis yang luas untuk menentukan pemecahan terhadap masalah-masalah manajer. MASHAB-MASHAB MANAJEMEN Terry mengemukakan bahwa mashab-mashab manajemen adalah Mashab manajemen berdasarkan kebiasaan management by custom school Mashab manajemen ilmiah Scientific management school Mashab Kelakuan Behaviour school Mashab Sosial The Social School Mashab Manajemen Sistem Systems Management School Mashab Manajemen berdasarkan keputusan Decisional Management School Mashab Pengukuran Kuantitatif Quantitative Measure Mashab Proses Manajemen Management Process Mashab Manajemen menurut keadaan Contingency Management School BIDANG-BIDANG MANAJEMEN Dilihat dari bidang-bidangnya, manajemen dapat dibagi menjadi Manajemen Personalia Manajemen Permodalan Manajemen Biaya Manajemen Produksi Manajemen Marketing Manajemen Perkantoran Manajemen Resiko SISTEM-SISTEM MANAJEMEN Sistem manajemen yang diterapkan oleh manajer dalam suatu perusahaan tergantung pada karakter seseorang manajer dan keadaan perusahaan yang dipimpinnya. Sistem Manajemen dapat dibedakan Manajemen Bapak Paternalistic Management Manajemen Terbuka Open Management Manajemen Tertutup Closed Management Manajemen Demokrasi CARA MEMPELAJARI MANAJEMEN Dalam mempelajari manajemen ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan An interdisciplinary approach Untuk mempelajari ilmu manajemen kita harus mempelajari ilmu yang lain misalnya psikologi, sociology dan lain-lain. Human resources Supportive approach Yaitu pendekatan dengan sumber daya manusia sebagai dasar tinjauan. A contingency approach Adalah system pendekatan yang bersifat situasional. System approach Suatu pendekatan dengan memperhitungkan unsur / komponen ataupun lingkungan yang satu yang saling berkaitan dengan unsur/komponen ataupun lingkungan yang lain dalam suatu ruang lingkup organisasi. A. Definisi dan Batasan Manajemen Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Istilah Manajemen management telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimipinan, pemimpin, ketata pengurusan, administrasi, dan sebagainya. Mendefinisikan Managment ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, Managment pengurusan dan lain sebagainya. Pengertian Managment dapat dilihat dari tiga pengertian. 1. Manajemen sebagai suatu proses 2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia 3. Manajemen sebagai ilmu science dan sebagai seni Managment sebagai suatu proses, dapat dilihat dari pengertian menurut Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi. Haiman, Managment yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain. Managment sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan Manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas Managment disebut Manajer. B. Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni Management merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Managment sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala Managment, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diujudkan dalam bentuk suatu teori. Sedang Managment sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing mengatur untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Managment sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas Managment dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari Managment. Pengertian Managment sebagai suatu ilmu dan seni dari Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa Managment yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry. Marry Parker Follett menyatakan bahwa Managment sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Konsep Dasar Manajemen Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Managment yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. C. Manajemen Sebagai Suatu Profesi Manajemen diartikan profesi karena manajemen membutuhkan keahlian tertentu dalam mencapai tujuan. Manajemen menurut parker stoner dan freeman2000 ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang the art of getting things done through poeple. Dalam jaman modern ini semua jenis kegiatan selalu harus diManagmenti, dalam arti aturan yang jelas, dan sekarang boleh dikatakan bahwa bidang Managment sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh masukan atau input yang besar. Edgar H Schein dalam bukunya yang berjudul organization socialization and the profession of Manajemen menguraikan karakteristik atau criteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan, hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya. Para profesioal memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dam criteria-kriteria lainnya. Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat. D. Pentingnya tujuan dalam Manajemen Setiap kegiatan yang dilakukan manusia diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan seperti kita ketahui tujuan dalam managment sangat penting karena tujuan tersebut dapat Terwujudnya suasana kerjas yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota Terciptanya karyawan atau anggota yang aktif mengemangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. Terpenuhinya salah satu dari 4 empat kopetensi bekerja para anggota serta tertunjngnya kopetensi manajerial para atasan dan anggota sebagai manajer. Tercapainya tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam sebuah organisasi. Terbekalinya tenaga profesional dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen. Teratasinya masalah mutu pekerjaan karena 80% adalah mutu para pekerja disebakan karena manajemen. Berdasarkan tujuan tersebut dapat dipahami bahwa manajemen memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sejak awal. Program kompensasi harus ditetapkan atas asas adil dan layak serta dengan memperhatikan undang-undang perburuhan yang berlaku. Asas asas kompensasi menurut Hasibuan 2017, antara lain sebagai berikut Asas-Asas Kompensasi Asas Adil Besarnya kompensasi yang dibayar kepada setiap karyawan harus disesuaikan dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, risiko pekerjaan, tanggung jawab, jabatan pekerjaan, dan memenuhi persyaratan internal konsistensi. Jadi adil bukan berarti setiap karyawan menerima kompensasi yang sama besarnya. Asas adil harus menjadi dasar penilaian, perlakuan, dan pemberian hadiah atau hukuman bagi setiap karyawan. dengan asas adil akan tercipta suasana kerja sama yang baik, semangat kerja, disiplin, loyalitas, dan stabilitas karyawan akan lebih baik. Asas Layak dan Wajar Kompensasi yang diterima karyawan dapat memenuhi kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal. Tolok ukur layak adalah relatif, penetapan besarnya kompensasi didasarkan atas batas upah minimum pemerintah dan eksternal konsistensi. Manajer personalia diharuskan selalu memantau dan menyesuaikan kompensasi dengan eksternal konsistensi yang sedang berlaku. Hal ini penting supaya semangat kerja dan karyawan yang qualified tidak berhenti, tuntutan serikat buruh dikurangi, dan lain-lain. Pembahasan lainnya Asas-Asas Kompensasi Contoh Asas Motivasi Kerja Manfaat Pembinaan Karyawan Kriteria Pemberian Kompensasi Kelompok Sumber Daya Manusia Faktor Penyebab Kepuasan Kerja Sistem dan Kebijakan Kompensasi Cara Pengukuran Kepuasan Kerja Tujuan Training dan Development Jenis Jenis Lingkungan Kerja Fisik Fungsi Disiplin Kerja Menurut Ahli Metode Training and Development Tahap Tahap Perkembangan Karir Metode Motivasi Menurut Hasibuan Indikator Kompensasi Menurut Ahli Jenis-Jenis Kesejahteraan Karyawan Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli Tujuan Human Resource Development Tujuan Kompensasi Menurut Hasibuan Jenis Jenis Lingkungan Kerja Non Fisik Pengertian dan Tujuan Mutasi Pegawai Unsur Unsur Penilaian Kinerja Pegawai Tujuan Pelatihan Pegawai Menurut Ahli Tujuan Disiplin Kerja Menurut Para Ahli Tahap-Tahap Penyusunan Pengembangan Tujuan Pemberian Kesejahteraan Pegawai Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli Konsep Model Motivasi Banyak Macamnya Faktor Faktor Kepuasan Kerja Menurut Ahli Pengertian Disiplin Kerja Menurut Para Ahli Indikator Kinerja Karyawan Menurut Robbins Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Komponen Manajemen Sumber Daya Manusia Prinsip Pengembangan Sumber Daya Manusia Program Pengembangan Kompetensi Pegawai Pengertian Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli Metode Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Aspek-Aspek Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli Jenis Jenis Lingkungan Kerja Menurut Para Ahli Pengertian Lingkungan Kerja Menurut Para Ahli Jenis-Jenis Pengembangan Sumber Daya Manusia Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan Menurut Ahli Fungsi Operatif Manajemen Sumber Daya Manusia Pengaruh Disiplin Kerja Dengan Kinerja Karyawan Pengertian Kompensasi Finansial Menurut Para Ahli Definisi Organization Development Menurut Para Ahli Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Pengertian Kesejahteraan Karyawan Menurut Para Ahli Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Menurut Ahli Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dimensi dan Indikator Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli Pengertian Human Resource Development Menurut Para Ahli Dimensi dan Indikator Disiplin Kerja Menurut Hasibuan 2013 Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Menurut Sedarmayanti Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Tujuan Pengembangan Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja Menurut Para Ahli Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompensasi Menurut Hasibuan Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Kompensasi Menurut Para Ahli Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Menurut Robbins Fungsi Manajerial dan Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Menurut Mangkunegara Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja Menurut Para Ahli Fungsi Manajerial dan Operasional dari Manajemen Sumber Daya Manusia – Manajemen SDM Uploaded byDINEMA STUDIOS 0% found this document useful 0 votes1 views5 pagesOriginal TitleASAS-ASAS MANAJEMENCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes1 views5 pagesAsas-Asas ManajemenOriginal TitleASAS-ASAS MANAJEMENUploaded byDINEMA STUDIOS Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. A. ASAS – ASAS MANAJEMEN Istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu 1. manajemen sebagai proses 2. manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan manajemen 3. manajemen sebgai suatu seni dan ilmu Beberapa pengertian manajemen Menurut Ensiklopedia of the social science Manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Menurut Haiman Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama. Menurut George R. Terry Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Manajer pada umumnya mempunyai kegiatan antara lain Planning, organizing, staffing, directing, dan controlling, hal ini pun dapat kita kenali sebagai proses manajemen, fungsi manajemen bahkan unsur manajemen. Para ahli manajemen seperti ; Chaster I Barnard Henry Fayol Mereka beranggapan bahwa manajemen Alfin Brown adalah ilmu sekaligus seni. Horald Kontz Cyrl George R Terry Manajemen sebagai seni = Berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat dengan pemakaian pengetahuan manajemen pada situasi tertentu. Manajemen sebagai Ilmu = Berfungsi menerangkan fenomena-fenomena, keadaan, penjelasan tentang manajemen itu sendiri yang melahirkan teori, pendapat, statemen yang dapat dipertahankan, teruji dan terbukti. Enam M yang digunakan manajer Man = Manusia dengan kata lain sumber daya manusia Money = Modal / investor Material = Bahan baku Machine = Mesin / alat Methode = Cara / Sistem Market = Pasar / Konsumen Manajemen dari sudut proses Planning = perencanaan Organizing = pengorganisasisan, pembagian kerja/wewenang, tanggung jawab Staffing = penyusunan personalia, sesuai kemampuan dan pendidikan Directing = pemberian bimbingan, arahan, perintah kepada bawahan Controlling = pengawasan atau pengendalian kerja sesuai arah tujuan organisasi Fungsi-fungsi manajemen Loise A. allen = Leading, planning, organizing, controlling Prajudi Atmosudirjo = planning, organizing, directing/actuating, controlling Henry Fayol = planning, organizing, commanding, coordinating, controlling. Luther Gullich = planning, organizing, staffing, directing, coordinting, reporting, budgetting. Dr. Siagian, MPA = planning, organizing, motivating, controlling. George R. Terry = planning, organizing, actuating, controlling. Dr. Winardi, SE = planning, organizing, coordinating, actuating, leading, communication, controlling. The Liang Gie = planning, decission making, directing, coordinating, controlling, improving. dapat ditambahkan perbandingan masing-masing pendapat tersebut, kelebihan, dan kekurangan. Kombinasi dari masing-masing penulis diatas adalah Dikenal juga dengan istilah 10 fungsi-fungsi manajemen a. Forcasting b. Planning c. Organizing d. Staffing/ assembling resources e. Directing / Commanding f. Leading g. Coordinating h. Motivating i. Controlling j. Reporting

asas asas manajemen menurut para ahli